Showing posts with label Hari Perempuan Anak Internasional. Show all posts
Showing posts with label Hari Perempuan Anak Internasional. Show all posts

Thursday, October 29, 2015

Dodolan

"dodolan" oleh : Didi Susana Kristi


Tak ada lelaki di samping kami dan hidup harus terus berjalan. Bahwa aku lahir, bukanlah sebuah kecelakaan, karena aku masih ada sampai sekarang. Siapa yang harus bertanggungjawab atas aku yang terlanjur lahir? Tentu diriku sendiri. Bukan dia, lelaki yang harusnya kusebut Ayah. Bukan pula Ibuku. Aku dan Ibu adalah bayi pada masanya masing-masing. Ketika salah satu dari kami menjadi bayi, saat itu pula salah satu lainnya harus menjaga, menemani bertahan hidup. Aku, telah meninggalkan masa orokku, melompat satu dua tiga bahkan lima tahun lebih dari usiaku semestinya. Aku harus lekas mendewasa, sebab perempuan disampingku ini akan tiba waktunya menjadi orok raksasa.


Sumbangan Karya untuk Hari Anak Perempuan Internasional 
Didi Susana Kristi.

Perempuan Di Atas Kertas

Oleh : Nuna

Untitled. Oleh : Reka Agni Maharani


Saya seorang anak perempuan di atas kertas. Setelah saya dibeli, saya dijadikan milik oleh ibu yang murah hati. Tertera di atas Akte Lahir nama saya  dan saya anak di luar nikah. Hanya sekedar identitas yang saya dapatkan. Bukan perhatian ataupun kasih sayang yang seharusnya diberikan orang tua kepada seorang anak.

Menyoal Hak Anak Perempuan



Oleh : Ernawati

Saya mempunyai tiga orang putri dengan usia dan karakter yang berbeda tetapi memiliki kesamaan, ingin sama didengar dan diperhatikan. Sehingga ketika salah seorang dari mereka sedang bercerita, yang dua lainnya akan menimpali dengan cerita masing-masing akibatnya mereka seperti berlomba untuk mendapat perhatian terlebih dahulu. Perbedaan usia tidak menjadikan mereka memiliki hak yang berbeda, hanya pengertian tentang kuantitas dari hak tersebut. Misalnya mengenai uang saku, bentuk hadiah maupun makanan, walaupun sebenarnya diberikan jumlah yang sama namun kakak tertua yang usianya sudah menginjak 20 tahun dengan berat badan berlebih sudah disarankan untuk mengurangi makanan tertentu dibanding adik-adiknya yang usianya terpaut jauh, 8 dan 10 tahun yang masih dalam masa pertumbuhan. Selain itu, hiburan, hobby dan kebutuhan pendidikan mendapat hak yang sama. Semuanya berlaku hal, apa yang lebih mereka suka dan apa yang terbaik buat mereka. Memenuhi hak anak perempuan tidak semudah membaca buku lalu menerapkan teori. Mereka adalah buku yang terus berkembang dan berubah sehingga saya harus terus mempelajari dan mengoreksi kesalahan dalam penerapannya.

Sunday, October 11, 2015

Tubuh

Puisi  Didi Susana Kristi

Dokumen Didi Susana Kristi 
Tubuh
: Hari Anak Perempuan Sedunia.

Tubuh ...
Padanya jiwa kita dipenjara.
Sedari balita, remaja, hingga dewasa,
kita terus dijaga, karena takut dimangsa

Tubuh ...
Ketika kita balita, tubuh kita menggemaskan.
Kelak saat dewasa, tubuh kita menjadi menggiurkan...
semuanya jelas, karena tubuh kita perempuan
Siapa saja boleh memangsa untuk kepuasan

Tubuh ...
Mengapa tubuhku harus perempuan? Hingga serupa panganan kemasan.
Ketika kepuasan telah terlampiaskan, tubuhku seperti sebuah sampah kemasan.
Boleh dibuang dengan cara amat sembarang
Dicacah, ditenggelamkan, dibuntal kasur lalu dipendam, dilipat, dilakban, lalu dibuang di lapangan.
Dan atau ... ditinggalkan begitu saja dalam kondisi setengah gila
Siapa pun dapat melakukannya
Tetangga, Ayah Tiri, Saudara Tiri, Paman, Bapak Guru, Bapak Dosen,
Tukang Ojek, Sopir Kopaja, Sopir Taksi, Pemimpin dan Pejabat Berdasi.
Bahkan kekasih yang teramat kita cintai.

Kepada para lelaki yang kami kasihi, kepada para Ayah yang kami cintai
Kami mencintai tubuh perempuan kami, seperti kami mencintaimu juga.
Maka, marilah saling menjaga, karena tubuh semestinya adalah tahta cinta.


11 Oktober 2015