Showing posts with label Catatan Diskusi. Show all posts
Showing posts with label Catatan Diskusi. Show all posts

Saturday, June 27, 2015

Burung Hantu di Kebun Teh Nissa

Oleh : Dewi Nova Wahyuni

Terakhir kali aku melihat burung hantu, waktu berumur 12 tahun. Saat itu teman-teman satu grup pramuka memintaku menjadi pesakitan, sehingga aku berbaring di blankar yang terbuat dari tali dan tongkat. Di atas rumput jarum, di halaman sekolah, kurasakan sejuk ke tubuhku dan saat kubuka mata,  persis di hadapanku dinding aula. Di sela atapnya, kulihat burung hantu dengan tiga anaknya. Matanya bundar mengarah padaku seolah-olah memintaku merahasiakan temuanku. Setelah itu, lama aku melupakannya, hingga Teh Nissa membicarakan pentingnya kehadiran burung hantu di 7500 m2 lahan yang ia dan suaminya kembangkan menjadi pesantren ekologi.

Monday, June 15, 2015

Sumbangan Studi Agama untuk Perdamaian, Mungkinkah?

Oleh: Dewi Nova (Peserta Studi Agama dan Perdamaian ICRP 2015)

Mampukah kita meninggalkan semangat pembenaran atas nama agama ke pencarian sejati dekontruksi beragama yang mampu menjawab soal-soal kemanusiaan & kelestarian alam raya? 

Wednesday, April 22, 2015

Pengetahuan untuk Melawan Penindasan

Pikiran dan Strategi si Kuda Liar Kartini[1]
Oleh: Dewi Nova*
  
“Biarkan orang banyak itu bodoh, maka kekuasaan atas mereka ada di tangan kita! Kiranya demikianlah semboyan kebanyakan pembesar. Mereka tidak suka melihat orang-orang lain juga menginginkan pengetahuan dan kemajuan.[3]”

Wednesday, March 11, 2015

Menggunakan Internet untuk Keadilan Gender


Oleh: Dewi Nova
 
Setara di Fisik dan di  On line
Port Dickson, pasir pantainya  berwarna krim, langitnya biru. Dua jam perjalanan dari Bandara Internasional Kuala Lumpur. Di kota kecil ini, Association for Progressice Communication (APC), organisasi yang memberikan perhatian pada hak seksualitas dan internet,  mempertemukanku dengan sekitar 50 perempuan dan  gay dari enam benua. Mereka, teman-teman berpikir yang bekerja untuk isu seksualitas, hak internet dan penanganan kekerasan terhadap perempuan. Kami berjumpa untuk membagikan pengalaman tubuh, pikiran dan perasaan terkait kehadiran dan perjuangan kami di dunia ke-dua. Dunia kedua itu, dunia on line. Dunia yang merubah cara manusia berkomunikasi, mencari dan membagi pengetahuan, melakukan transaksi perdagangan, menegosiasikan perspektif dan cara membangun relasi kuasa antar para pihak.  Antara perempuan dan lelaki,queer dan norma hetero, antara yang  jumlahnya sedikit dan disingkirkan dengan yang jumlahnya besar dan mendominasi. Antara ekonomi  kerakyatan dan perusahaan raksasa lintas negara,  antara warga negara dan pengelola negara - pemilik modal, antara negara berkekuatan kecil dan negara adi daya.